Google meluncurkan program Android One pada tahun 2014 dengan tujuan untuk menghadirkan smartphone dengan harga terjangkau bagi lebih banyak orang khususnya di negara-negara berkembang. Dan zaman yang seperti sekarang perkembangan teknologi yang semaki pesat menurut Mike Hayes, Director, Business Development, Android & Chrome Partnerships, sebagaimana dikutip dari GSM Arena via liputan6.com, Senin (9/5/2016), program ini masih menarik minat dari beberapa OEM (Original Equipment Maker) di seluruh dunia.
Dari kereterangan tersebut Google memiliki pandangan lebih luas dari bisnis hardware yang digelutinya, dengan Android One sebagai salah satu bagiannya. "Jadi, teman" harus melihat apa yang tengah kita lakukan pada perangkat low-end lewat semua cara," kata Hayes"
Mengenai Android One yang sudah ada, Hayes menuturkan, "Kami masih terus mendukung sejumlah OEM yang bermitra dengan kami pada program tersebut. Namun, seberapa cepat perangkat tersedia di pasaran, benar-benar tergantung pada OEM."
Tak hanya itu, Hayes berujar bahwa lebih banyak perangkat Android One diharapkan akan melantai di pasar, meskipun belum ada bocoran waktu yang terungkap.
Untuk diketahui, beberapa smartphone berlabel Android One di Indonesia adalah Evercos One X, Mito Impact, dan Nexian Journey 1. Belakangan, Infinix dengan produk Infinix Hot 2, juga masuk ke Indonesia.


0 comments
click to leave a comment!
EmoticonEmoticon